Bagaimana jika gue bilang, rakyat indonesia lebih suka kebohongan daripada kebenaran ? salah kah? gue gak akan terlalu banyak basa basi, ini berkaca pada realita yang kita hadapi sekarang ini.. Masih ingat berita hoax yang disebar media online beberapa hari lalu yang berjudul "serangan sepuluh juta pekerja china" dan apa yang terjadi kemudian? alih alih mengecek suatu berita rakyat Indonesia malah sibuk share sana sini, broadcast grup ini itu, share di wall facebook masing masing, seakan akan sudah ada ribuan pekerja china ilegal. kenyataannya? sudah di klarifikasi oleh Kemenkumham Yasonna Laoly : "Isu 10 Juta Pekerja China itu HOAX dan Provokatif" mungkin polisi dan pemerintah pdun capek meladeni hoax hoax murahan gini, sudah sering di dibuat konferensi pers dan ditayangkan di TV Nasional, hasilnya rakyat indonesia masih percaya hoax
Tidak beberapa lama kemudian, hasil gue searching sana sini. Gue menemukan sebuah berita.... ya entahlah bisa dipercaya kagak nih? ada media yang mengutip opini seorang "tokoh" yang bunyinya seperti ini : "Tentara Merah Cina Sudah Masuki Indonesia Berkedok Pekerja" (klik aje klo mau tau media apa)
Reaksi saya sebagai orang yang bisa berfikir jernih, WOW Hebat bener nih orang, udah tau info intelijen, BIN kecolongan dong? TNI Kecolongan? POLRI Kecolongan? Super duper jenius ini orangKira kira siapa yang berpendapat seperti itu? biar gak dikira gue motong motong, silahkan lihat pernyataannya secara full
Beberapa hari belakangan, berita ini sangat viral, bahkan pekerja pekerja legal yang matanya agak sipit entah itu dari Korea, Jepang, China, Singapore, Malaysia dituduh bahwa mereka adalah Tentara Merah China tapi tidak hanya itu saja banyak orang yang terlanjur mabok hoax kembali mengungkit ungkit sebuah "luka lama" bahwa PKI Akan Menguasai Indonesia wuidiih,
Entah apakah benar gak tuh berita, saya tidak menyalahkan medianya, saya juga tidak menyalahkan pembuat statementnya. saya tidak mengkritisi bahwa media tersebut menyebarkan berita bohong loh ya, tidak sama sekali. Media tersebut hanya menyampaikan ulang apa yang diucapkan narasumbernya hehehe.
Nah pembaca yang budiman, mari kita berpikir sejenak. Kira kira darimana orang orang yang membuat hoax tersebut mendapatkan informasi demikian? Apakah dengan latar mereka yang sama sama seperti kita, warga biasa yang awam bisa dipercaya?\
Jika kita sudah dewasa kita dituntut untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk karena kita tidak disuapi lagi oleh orang lain, Seharusnya sebagai manusia yang mempunyai pikiran dan akal sehat sebagai penyaring informasi harusnya kita mengetahu bahwa yang "too good to be true" dan "too bad to be true" itu adalah hoax !
Akan saya ajak ke kasus berikutnya, dimana disini HOAX berperan sebagai senjata politik, silahkan cermati Hoax berikut saya sudah memberikan berita aslinya : Hoax Sobekan Al Quran di Sidang Ahok
Nah kembali ke gambar, kita bisa melihat akun kebencian di paling kiri, dengan santainya dia membuat caption baru dengan hoax. Kenapa kemudian viral? ternyata salah satu ulama besar MUI latah, ikut merepost gambar tersebut dan membuat caption baru walaupun statementnya tidak mempunyai tidak apa apa, namun itu akan menambah provokasi rakyat, karena pada tweet ustad Tengku tersebut tidak memberikan penjelasan dimana itu terjadi, rakyat indonesia akan mencari ke belahan twitter lainnya dan sampailah di tweet yang paling kiri, karena mereka tidak mau menggunakan google dan re check fakta yang terjadi adalah permusuhan, saling curiga, dan perpecahan. bahkan saya sendiri kesulitan mencari berita asli kejadian di malaysia itu menggunakan keyword bahasa indonesia, saya harus menggunakan keyword bahasa inggris !
Mari kita hentikan penyebaran Hoax
Ini sudah terlalu jauh, kita harus menghentikannya saya akan memberikan edukasi kepada anda bagaimana sikap seharusnya dalam menerima dan mencerna berita di era globalisasi ini1. BERSIKAP SKEPTIS
Bukannya saya mengajari anda untuk berperasangka buruk, skeptis ('atau curiga') adalah penyaring alami. Jika kita menanamkan skeptis pada diri kita, kita akan dengan mudah membedakan mana yang bohong dan mana yang fakta
2. SELALU CEK INFORMASI, CARI FAKTA & SUMBERNYA
Jika anda menemukan sebuah berita, ataupun informasi dari media sosial pastikan anda mempunyai fakta "APA YANG SEBENARNYA TERJADI" dengan menggunakan teknologi yang ada kita bisa mengeceknya di google cukup ketik informasi yang anda dapat seperti "pekerja china hoax" maka dengan otomatis kita akan menemukan fakta yang dapat dipertanggung jawabkan
3. KELUAR LAH DARI ZONA NYAMAN
Kebohongan yang nyaman akan banyak dipercaya ketimbang sebuah kebenaran yang membuat kita tidak nyaman, kita harus terbiasa dengan ini bahwa hidup terdiri banyak rasa. Jika kenyataannya fakta tersebut pahit, terimalah. jangan mempercayai kebohongan yang terasa manis.
4. BERSIKAPLAH DEWASA, KITA MENGENDALIKAN TUBUH & PIKIRAN KITA SENDIRI
Anda mungkin tidak percaya dan menolak mentah mentah media yang mainstream, tidak apa apa itu pilihan anda. Namun saya sarankan untuk bersikap dewasa. Jika anda sudah mempunyai KTP sudah menjadi mahasiswa apalagi bekerja seharusnya dapat menunjukan kedewasaan kita bahwa JANGAN MAU DISETIR SIAPAPUN, penyebar hoax perlu orang orang yang tidak bersikap dewasa dengan iming iming "SEBARKANLAH JIKA ANDA SAYANG KELUARGA ANDA" nyatanya anda disetir dan diperalat oleh mereka untuk tujuan mereka yang bukan tujuan anda ! so jangan mau ikut ambil dalam penyebaran Hoax
5.TERAPKAN GOLDEN RULE
Jika dihadapkan dengan informasi hendaknya terapkan golden rule seperti ini :
"Jika terlalu bagus untuk menjadi nyata, maka itu adalah hoax" (contoh : Besok akan ada hujan uang di jakarta, siapkan payung dan baskom)
dan
"Jika terlalu jelek untuk menjadi nyata, maka itu adalah hoax (contoh : Jokowi akan menghukum mati siapapun yang golput dan memilih bukan selain Ahok")
Dengan golden rule ini, kita dapat mengukur apakah informasi yang kita dapat Fakta, Fakta yang terdistorsi, atau Hoax
6.PERBANYAK MEMBACA
Tidak bisa dipungkiri, membaca adalah senjata paling ampuh untuk memusnahkan kebodohan, dengan membaca ilmu pengetahuan selain menjadi cerdas kita akan terlatih untuk mengendalikan hidup lebih baik. Membaca tidak akan membuat anda dipenjara, bacalah buku buku dan artikel ilmu pengetahuan di situs terpercaya, hal ini akan memberikan tameng terhadap Hoax Ilmu Pengetahuan yang akan menyerang anda
7.PERLUAS PERGAULAN, DISKUSI SEHAT DENGAN SEMUA ORANG
Bertemanlah dengan siapapun, entah itu atheist, agnostik, orang amerika, orang jepang, orang berkulit hitam, atau siapapun. berdiskusilah dengan mereka, ini akan menambah wawasan dan memperluas sudut pandang anda terhadap dunia, selain itu kita juga bisa beramal dengan memberikan sebagian ilmu kita dari diskusi tersebut. menarik ?
Akhir kata, marilah kita mempunyai otak yang berfungsi sempurna, hoax hoax itu tidak akan menguntungkan anda, pemberitaan bohong dan fitnah akan memecah belah dan membuat negara ini chaots. singkatnya itu akan merugikan anda, anak anda, dan semuanya . so bijaklah dalam menyebarkan berita
- Galprad
anda punya sesuatu dipikiran anda? silahkan komentar dibawah ini



No comments:
Post a Comment