Kenapa Banyak Orang Indonesia yang Rasis ?


Judul dari postingan kali ini adalah pertanyaan yang telah berbulan bulan ini dipendam didalam kepala. Gue tau lo semua bisa merasakan sebuah perubahan ekstrem ketika lu membandingkan tahu 2016-2017 dengan tahun 2011 atau 2012 misalnya dimana hidup sangat simple dan satu satunya isu yang sangat hangat pada saat itu hanya kenaikan harga BBM.

Gue terlahir sebagai seorang yang bersuku Sunda, memiliki wajah muslim dengan hidung mancung dan alis lumayan tebal seperti pakistani. Dan gue bangga dengan gue yang apa adanya ini, gue sama sekali tidak pernah merasakan lontaran kata kata rasisme keluar dari mulut orang lain terhadap gue, tidak pernah ada satu katapun berkata "ah dasar sunda, ah dasar pakistan arab sialan" atau makian lainnya. Berbanding terbalik dengan dua orang temen gue yang selanjutnya kita sebut aja S dan T, dua orang ini sama sama keturunan tionghoa dimana S mempunyai ayah sunda dan ibu tionghoa dan T ayah tionghoa murni (migrasi dari China) dan ibu sunda. yang membedakan antara S dan T hanyalah agama mereka, si S beragama kristen protestan dan T seorang muslim

Indonesia sangat amat mudah terpecah belah

Sebelum menyelam lebih jauh ke inti permasalahan mari kita tengok alasan kenapa suku di indonesia saling membenci satu sama lain, Mari kita tengok kenapa orang sunda mayoritasnya membenci suku jawa. dari ribuan alasan, pasti mereka tidak bisa menyebutkan alasan yang logis kenapa mereka tidak suka dengan suku jawa, dan ratusan suku lain yang saling membenci satu sama lain, tidak lain ini karena efek Devide et Impera, salah satu politik pemecah belah yang dilakukan belanda dan salah satunya bersumber dari Kidung Sundayana yang TIDAK JELAS siapa penulisnya yang mengakibatkan kedua suku ini saling membenci satu sama lain padahal dari teks kidung atau teks sastra tersebut banyak kejanggalan dan sama sekali tidak jelas latarnya. dan dari kisah tersebut dihembuskan kembali ke masyarakat sunda sehingga terdoktrin hingga saat ini kebenciannya masih tertanam. Salah satu contohnya jika lo semua pergi ke salah satu kota di Jawa Barat terutama Bandung lo gak akan pernah nemu nama jalan Gajah Mada, Hayam Wuruk atau Majapahit ! Oke balik lagi ke masalah rasial yang terjadi akhir akhir ini

Kedua temen gue tersebut sudah merasakan sakitnya lontaran kata kata makian seperti "dasar china, china bangsat," dll namun kenapa semua ini terjadi ? kenapa orang indonesia sangat rasis belakangan ini ? padahal jika kita melihat kebelakang everything was fine ! isu rasial atau hate speech antar suku di indonesia itu ada di tahap normal dimana satu suku pasti memiliki stereotipe yang digunakan untuk menghinanya, contoh Batak kasar, padang pemarah, sunda humoris, jawa munafik, papua bodoh, madura sombong, bugis & ambon kejam dan ribuan stereotipe lain yang menurut gue adalah wajar karena belum ada sejarahnya antar suku ini saling perang kata makian yang rasis satu sama lain ! Tapi kenapa china ? etnis tionghoa tidak memiliki kelemahan secara sifat untuk dicela selain pelit maka kebencian kepada etnis satu ini menjadi tidak beralasan dan tidak masuk akal. Sekarang lo bikin stereotipe orang tionghoa, pasti kaya, pinter, berkulit putih, punya usaha keluarga, kerja keras. dari stereotipe tersebut kita bisa menyimpulkan bahwa kebencian atas etnis tionghoa adalah kecemburuan sosial belaka ! 

Kenapa ada kecemburuan sosial terhadap etnis tionghoa ?

Mari sob, gue ajak lo sedikit mengenang sejarah lagi mulai dari sejarah pada saat zaman kerajaan, Zaman kerajaan dahulu etnis tionghoa berdagang membawa teh dan rempah dari negerinya untuk di dagangkan di pelabuhan pelabuhan, Orang orang kerajaan sebut saja kerajaan Sriwijaya membuat orang etnis tionghoa dan arab saat itu mitra bisnis, hal ini berlanjut pada zaman Penjajahan Belanda, etnis tionghoa mendapat perlakun khusus dalam hal investasi dan bisnis yang menyangkut VOC namun semuanya dimulai ketika ada 3 Kasta yang ditetapkan VOC, Kasta paling atas adalah European, kedua adalan Tionghoa dan ketiga adalah Pribumi, masih belum selesai ! pada zaman Soeharto suku tionghoa pun dijadikan mitra bisnis strategis untuk Soeharto walaupun dengan sedikit tekanan dari pemerintah untuk mengubah nama tionghoa menjadi nama Indonesia, Hal hal tadi menjadikan mayoritas etnis tionghoa kaya raya. Walaupun yang kaya tersebut tidak mempresentasikan seluruh orang yang beretnis tionghoa.

Hukum Minoritas - Mayoritas berlaku disini, jika mayoritas menguasai pemerintahan maka perekonomian akan dikuasai oleh minoritas dan sebaliknya

Nah kebencian terhadap tionghoa dihembuskan saat krisis ekonomi asia pada tahun 1990 an dan puncaknya pada 1997-1998 dimana saat itu pers terhadap berita luar negeri dan dalam negeri masih dibungkam dan dikontrol penuh oleh Soeharto jadi tidak banyak yang mengetahui bahwa krisis ekonomi 1997-1998 adalah akibat devaluasi mata uang Thailand yang collapse dan serangkaian mata uang lainnya. Sebagai mitra bisnis yang menguasai ekonomi, orang orang etnis tionghoa disalahkan dan dijadikan kambing hitam atas peristiwa ini karena sesuai dengan Hukum Minoritas - Mayoritas. padahal mereka sama aja kayak kita kita, sama sama korban dari hutang pemerintah dan efek berantai dari negara negara ASEAN yang mengalami krisis

Teriakan Perpecahan Dihembuskan lagi

Teriakan rasis kembali terdengar sesaat Ahok diduga menistakan agama Islam karena mengutip ayat, gue gak akan bahas soal kasus itu. tapi lihatlah spanduk spanduk ini
Salah satu caption berisi kebencian di Bogor

Bahkan ulama pun tutup mata?


 Awalnya gerakan penjarakan ahok hanya sebatas ahok dan ucapannya melebar menjadi agama dan rasial, namun efeknya lebih cepat menyebar kepada rasial dimana seakan akan etnis tionghoa harus bertanggung jawab atas perbuatan ahok. padahal seharusnya itu hanyalah masalah ahok dan pengadilan saja.desain ganyang cina ini dibuat untuk mempengaruhi massa saat pilkada DKI Jakarta 2017 yang baru saja dilaksanakan kemarin dan terbukti sukses atas kekalahan ahok. dan apakah kebenciannya berhenti sampai pilkada saja??

Ternyata yang awalnya hanya salah satu cara untuk menjegal ahok secara politik berubah sebagai alat perpecahan. Gerakan gerakan seperti ini mengatas namakan islam, padahal kelompok ekstrimis ini hanya ingin mendirikan khilafah di Indonesia sebagai perpanjangan tangan dari khilafah "yang itu tuuh, tau lah hehe"

Gue ajak lo semua untuk stop rasisme, semua bentuk rasisme terhadap suku atau bangsa apapun dalam kasus ini tionghoa, karena sedang rame ramenya kasus anti cina disana sini yang sengaja memercikan api perpecahan

kenapa gue ajak lo stop rasisme ? apakah gue membela cina?
no way, gue membela persatuan bangsa ini, dan kenapa lo harus berhenti bilang ganyang cina karena NENEK MOYANG INDONESIA ADALAH BANGSA CHINA

Benarkah nenek moyang Indonesia adalah Cina?

 Ada banyak teori yang terbukti maupun omong kosong soal asal usul nenek moyang kita, dan yang terpercaya adalah nenek moyang kita berasal dari China tepatnya Yunan, China Selatan. bisa dibilang, Indonesia,Malaysia,Filipina,Thailand dan Kamboja memiliki satu nenek moyang yang sama yaitu Deutro & Proto melayu yang dulunya adalah orang orang Yunan, hal ini dperkuat ketika test DNA, DNA Orang indonesia memiliki 70% kesamaan dengan orang Yunan. ciri ciri Yunan pada saat mereka datang yaitu : Mata tidak terlalu sipit (seperti orang dayak), rambut lurus, kulit kuning langsat, dan pesek

"Eh tapi gal, mata gue gak sipit, idung gue mancung, trus gue gak putih masa iya gue cina? apalagi betawi gue medok banget"

100% lo tetep turunan cina, masih ada darah proto melayu mengalir dari dalam darah lo kecuali lo punya pohon keluarga yang menyatakan lo adalah pureblood arab atau amrik atau aborigin atau papua, suku apapun lo mau batak manado jawa aceh sunda dayak bali semuanya turunan Yunan, yang membedakan hanyalah Deutro melayu datang lebih dulu dan mengasingkan diri, sementara Proto melayu mereka sangat terbuka dan bertukar budaya dengan arab cina (mainland china) dan aborigin (papua) yang mengakibatkan banyaknya kawin silang antar etnis jadi gak terlalu keliatan sipit lagi

"Terus apa buktinya kalo kita semua adalah turunan Yunan?"

Sederhana, Leap Gen ! atau dalam bahasa biologinya Saltation, Lompatan gen ini rare terjadi namun pasti terjadi karena gen itu random, contohnya adalah Ridwan Kamil dia memiliki orang tua asli sunda dari subang yang tidak sipit tapi kenapa Ridwan Kamil sipit ? ini namanya lompatan gen dimana gen dari nenek moyang bisa saja turun ke keturunan jauhnya, contoh lainnya adalah Abdurahman Wahid, dan bahkan Soeharto ! Soeharto mempunyai mata sipit yang khas namun kulitnya coklat seperti orang jawa kebanyakan. padahal ayah dan ibunya Soeharto adalah seorang jawa tulen bernama Kertosudiro & Sukirah. jadi kalau lo gak punya mata sipit ya jangan berarti lo bukan orang gifted yang memiliki mata sipit hasil leap gen

Kesimpulan

So ya buat apa sih menjadi rasis ? bukannya sudah jelas kita adalah keturunan yang sama ? jika lo menolak teori migriasi Yunan ya tetep aja kita saudara dari Adam & Siti Hawa.

Hati hati jika lo mempunyai kebencian yang tidak beralasan, etnis tionghoa dan etnis minoritas lainnya tidak berminat menguasai indonesia karna mereka adalah bagian dari Indonesia


- Galprad
 

No comments:

Post a Comment